Threason
Pada zaman dahulu kala hiduplah seorang gadis kecil yang nama nya adalah Melanie. Walaupun ia masih kecil, ia sudah bekerja untuk membantu ibu nya, yaitu dengan bekerja di sebuah peternakan susu milik seseorang yang bertangan besi. Pemilik nya bernama Mr. Jonson. Ia dikenal sebagai seseorang yang sangat amat tegas dan disiplin. Melanie ditugaskan oleh nya untuk mengangkut susu-susu dari peternakan kerumah Mr. Jonson. Karena dirumah Mr. Jonson lah susu-susu itu diolah menjadi berbagai macam makanan.
Perjalanan dari rumah Mr. Jonson menuju peternakan lumayan agak jauh. Kira-kira 15 menit berjalan. Melanie mengangkut susu-susu itu dengan berjalan kaki. Susu-susu yang diangkut diwajibkan oleh Mr. Jonson selalu tertutup, bahkan mengangkut nya pun Melanie harus menggunakan sarung tangan agar kestrelilan nya tetap terjaga. Sesampai nya dirumah Mr. Jonson, ia akan mengecek semua nya apakah semua berjalan dengan lancar.
Hari demi hari dilewati oleh Melanie, ia sangat menikmati pekerjaan nya. Suatu hari, datang seorang anak laki-laki bernama Jack yang merupakan anak dari tetangga Melanie dari kota. Ia anak yang sangat ramah dan baik hati. Perawakan nya berbadan besar dan tinggi, ia memakai kemeja rapih dengan celana dasar. Dikantong kemeja nya terdapat sebuah pena tinta pemberian Ibunya yang selalu ia bawa kemana-mana. Melanie dan Jack pun berkenalan dan mereka tumbuh menjadi teman yang baik. Saat Jack menemani Melanie bekerja sungguh ia ingin membantu Melanie melakukan tugas-tugasnya. Namun Melanie tidak mengizinkan nya karena takut hal ini diketahui oleh Mr. Jonson. Sudah sangat sering Jack memaksa Melanie untuk mengizinkan nya membantu Melanie, namun hasilnya sama saja. Gagal.
Tak terasa satu tahun sudah mereka lalui bersama-sama. Kepercayaan pun tumbuh diantara mereka berdua. Hari itu Melanie nampak pucat dan tidak bertenaga. Namun, ia selalu saja bisa menyembunyikan hal itu dari Jack. Ia berpura-pura terlihat baik-baik saja. Lain halnya dengan Jack. Ia memiliki firasat yang tidak enak mengenai kesehatan Melanie. Jack pun menawarkan bantuan kepada Melanie untuk membantunya bekerja. Kali ini Melanie sudah benar-benar tidak sanggup. Ia hanya mengeluarkan senyum getir dan memberikan kaleng susu itu kepada Jack.
Jack berjalan duluan mendahului Melanie. Namun, bukannya langsung menuju rumah Mr. Jonson untuk mengantar susu. Jack malah mengajak Melanie ke sebuah padang rumput. Disana Jack menghibur hati Melanie agar cepat sembuh dan mencandai nya dengan membuka tutup pena nya dan mengarahkan pena tersebut ke kaleng susu. Tawa pun keluar dari mulut keduanya. Lalu Melanie memperingati Jack untuk tidak mengulangi nya lagi.
Jack pun bertambah tertawa terbahak-bahak melihat muka merah Melanie yang menahan rasa was-was dan takut, karena jika terjadi apa-apa pada susu itu ia akan dipecat dari pekerjaan nya. Sungguh sangat disiplin Mr. Jonson. Sambil tertawa terbahak-bahak itu Jack malah mengulangi perbuatan nya. “Tes” setitik tinta menumpahi sekaleng penuh susu. Warna putih itu pun berubah. Melanie dan Jack pun terperangah. Jack yang sedari tadi tertawa terbahak-bahak langsung terdiam seribu bahasa.
Melanie tak kuasa menahan amarah nya. Air mata mengalir memenuhi pipinya. Tidak diketahui apakah hal ini merupakan ketidaksengajaan Jack atau malah ia sengaja menteskan nya. Nasi sudah menjadi bubur. Melanie lalu pergi meninggalkan Jack. Ya. Jack tau konsekuensi nya. Melanie akan dipecat. Jack sangat menyesali perbuatannya. Tapi menyesal saja tidak akan mengembalikan semuanya. Karena Nila setitik rusak susu sebelanga. “Dihari dimana setetes tinta itu bisa keluar dari sekaleng susu. Dihari itu pula Melanie bisa kembali bekerja.” demikian petuah Mr Jonson…
Ad kah yang bisa membantu Melanie kembali kepekerjaan nya ?
hehe pnjang bgt ana:D
ReplyDeleteHahaha, dak dibaco tu :p
ReplyDeleteSip sip Q simpan halamannyo dlu haha:D
ReplyDelete