Skip to main content

Rainbow after the Storm

Flashback kurang lebih satu tahun yang lalu ketika mulai berproses. Jalan yang ditempuh bisa dibilang banyaaaaaaaaaaak sekali surprisenya. Semua butuh proses. Nggak ada jalan pintas. Nggak ada yang instant. Kecuali mie instant yang enak karena pake MSG yummy. Lika-liku, tanjakan, turunan, tikungan, udah kayak hubungan LDR deh pokoknya. Hahaha. Tapi dibalik semua itu yakinlah akan ada sesuatu yang lebih baik. Perfect moment comes in the perfect time, right?

The journey started dari perjalanan dapet gelar Sarjana Pendidikan. Banyak banget drama mulai dari surat izin penelitian yang nggak ketemu di ruang kepsek, nyari kodok sampe KM 9, kekurangan kloroform jadi harus ke Layo, ke pasar-pasar terdekat pagi-pagi demi dapet sayap ayam, dan masih banyak lagi. Hakhakhak. Target lulus di semester ketujuh masih abu-abu. Belum ada kepastian hingga deadline pendaftaran sidang. Tiap hari bolak-balik kampus nunggu kabar. Maafkan yaa Bapak Ibu Dosen yang mungkin bosen sama muka saya. Hihi. Lalu, lalu dan lalu dikarenakan sesuatu dan lain hal, batal sudah harapan ga bayar SPP lagi. Hiks pangkat semilyar. Dedek batal sidang Desember 2014.

Waktu itu perasaan yang ada nano-nano. Mau marah tapinya sama siapaaa? *malah nyanyi*. Nggak ada gunanya juga marah-marah, sedih, mewek. It was nobody fault, it was destiny. Dalam hati selalu dan selalu penasaran. Apa ya hikmah dibalik semua ini? Percaya bahwa akan ada hal yang indah pada waktunya. InsyaAllah bakal ada hikmahnya. Itu terus kalimat yang diulang-ulang. Kita udah usaha semaksimal mungkin, namun hasilnya nggak sesuai dengan yang diharapkan. Akan ada sesuatu yang lain yang menanti dibalik semua ini.

Gambar 1. Liaison Officer Asean University Games 2014

Well, daripada galau menanti sidang di tahun selanjutnya dan kebetulan lagi ada offer untuk jadi Liaison Officer Asean University Games 2014 ya jadi nge-job dulu deh. Lumayan untuk mengisi waktu luang dan nambah temen. Hari berlalu begitu lambat. Kapan adek sidang. Hahaha. Selama kegiatan pun selalu menyempatkan diri untuk bimbingan lagi. Pagi sampai sore nge-job. Siang atau sore bimbingan. Malamnya revisi. Kudu setrong pokoknya yaaa.

Akhirnya malam pergantian tahun pun berlalu. Nggak pulang. Dikosan. Pantang pulang sebelum sarjana.

Tanggal 12 Januari siang dapat SMS dari rektorat yang isinya “Diharapkan hadir pada pertemuan dengan menteri pendidikan dan riset pada hari selasa 13 Januari 2015 jam 09.30 WIB s.d selesai di ruang rapat senat KPA Unsri Indralaya”. Agak ragu waktu nerima SMS ini. Soalnya lagi marak penipuan. Mikir lama banget mau datang atau nggak. Akhirnya untuk memastikan, SMS beberapa teman yang juga beasiswa PPA. Mereka nggak dapat SMS yang sama, jadi nggak pengen datang deh. Tapi esok harinya entah kenapa ada yang menggerakkan hati pengen ke kampus. Toh kalau ini penipuan masih bisa main ke perpus. Jam 9 baru siap-siap. Mepeeet banget sampe ke rektorat jam 9.30. Ternyata acaranya beneran. Hehe. Penerima beasiswa lain juga datang, PPA, BBM, Bidik Misi.
Gambar 2. Pertemuan dengan Bapak Menteri Ristek dan Dikti

Acara pun dimulai, kami mendengarkan sambutan dari Rektor Universitas Sriwijaya dan kemudian pidato Bapak Prof. Drs. H. Muhammad Nasir, M.Si., Akt., Ph.D mengenai kerjasama dengan UNSRI dan beliau juga menyampaikan tentang beasiswa lanjutan untuk S2 yaitu Beasiswa LPDP. Apa ya LPDP?  Salah satu senior, Mbak Cunet juga pernah bilang tentang beasiswa ini, namun belum cari tau info lebih lanjut. Setelah itu kami diberi kesempatan untuk foto bersama, berkumpul mengerumuni Pak Menteri, Beliau bertanya pada saya “Beasiswa Bidik Misi ya?” “Saya PPA pak” jawab saya. “Oh iya, bagus. Lanjutkan S2 ya. Keluar negeri. Keluar negeri. Keluar negeri” tambah Pak Menteri dan saya pun menjawab “InsyaAllah Pak jika diberi kesempatan”. Lalu beliau berbincang dengan mahasiswa lainnya dan kami lupa akan adanya sesi foto bersama. Hahaha.

Pulang dari acara tersebut langsung searching tentang LPDP sampai ke kampus-kampus yang memungkinkan untuk dituju. Yang tadinya hanya menunggu tanggal sidang jadi semangat untuk mencari info tentang S2. Setelah tamat harus punya tujuan selanjutnya bukan? So, I made a decision to continue my study to postgraduate degree! Yeah and another long journey started (will be uploaded in the next post).

Gambar 3. Graduation Party

21 Januari 2015 pun tiba. SIDANG YEY!!! Alhamdulillah 3 tahun 5 bulan telah ditempuh untuk dapat gelar S.Pd ini. Senaaaaang banget rasanya penelitian 9 bulan, udah kayak orang hamil, terbayarkan. Terima kasih banyak buat kedua orang tua, Papa, Mama, Mbak Opi, Dedek Ojan, Ibu Dra. Lucia Maria Santoso, M.Si selaku Pembimbing Akademik, Ibu Dra. Siti Huzaifah , M.Sc.Ed selaku Pembimbing 1 Skripsi, Bapak Drs. Kodri Madang, M.Si selaku Pembimbing 2 Skripsi dan Kepala Program Studi Pendidikan Biologi, Dosen-dosen FKIP Biologi, Validator, Mas Budi yang sabar untuk mengencerkan kloroform, Admin Bio Mbak Yupin dan Mbak Kiki yang tiap hari direpotin, Hehe, Rilla girls, Uci, Sella, Eka, Nenny, Miss you girls! Bundo, Mbak, Bioers 011, 010, 012 yang udah support. Eh, Late graduation speech kayaknya. Hahaha. Pardon me.

Gambar 4. Foto Wisuda

Hal indah selanjutnya adalah yudisium fakultas dan wisuda. Yippiyy. Perjalanan yang sesungguhnya dimulai dari sini. Mau jadi apa nanti? Mau lanjut kuliah? Apa mau nikah dulu? Mau kerja dimana? Dan pertanyaan lain-lain yang sering muncul ketika udah selesai kuliah.

Februari 2015 pun dilalui dengan ceria. Momennya juga pas banget lagi pembukaan pendaftaran beasiswa. Semuanya pun dipersiapkan dengan matang. Setelah sempat pulang ke Jambi, kan udah sarjana ya jadi boleh pulang,  kembali lagi ke Palembang untuk mengurus berkas-berkas pendukung seperti, legalisir ijazah, legalisir transkrip, translate ijazah dan transkrip, surat rekomendasi, walaupun harus minta lagi dengan ngerepotin Uci sama Sakin, hihi. Thanks a lot ma gurlz.

Satu bulan persiapan TOEFL hingga bulan maret dilalui dengan gembira. Masih semangat 45 dong yaa. Tiap hari selalu megang buku toefl, jangan lupa cemilan ya biar betah. Hahaha. Akhirnya berbuah hasil, alhamdulillah skornya mencukupi.

Next step adalah pembuatan essai, dimulai dari cari topik thesis, inget-inget pernah juara apa aja di sekolah, thanks to my mom, emak yang hapal semuanya. Hahaha. Satu bulan persiapan essay yang hasil akhirnya dikoreksi sama bokap. Revisi pun ada hingga dua kali. Finally, 3 essai selesai.  Application submitted and let’s pray for the best result.

Hari pengumuman seleksi administrasi pun tiba. Dari dini hari ditunggu hasilnya nggak muncul. Pagi di cek juga. Siang juga. Tiap menit hp pokoknya nggak lepas dari tangan karena penasaran. Sore belum juga ada. Hmm, mungkin bakal dipublish besok kali ya. Dari sore ke malam nggak begitu antusias lagi mantengin web. Waktu mau tidur jam 22.00 iseng ngecek. TARAAA, pengumumannya muncul. Hoho. Gemetar  badan ini waktu mau download file pengumuman, dag dig dug dag dig dug. File pun terdownload, langsung search nama Aprillyana Dwi Utami dan Alhamdulillah sekali ada di halaman kedua. Yey! Saking girangnya waktu itu bangunin seisi rumah yang udah tidur. One step closer!

Hari selanjutnya dinanti untuk menunggu pengumuman jadwal seleksi substansi. Setelah pengumuman keluar ternyata hari itu bertepatan dengan tanggal tes di UPI. Kegalauan pun menyerang. Mau ikut tes univ tapi nanti siapa yang bayarin. Mau tes beasiswa nanti univ nya gimana. Telfon sana-sini tanya apa ada yang bisa diundur tes-nya. Akhirnya dapat saran dari bokap dan solusi dari univ, tes univ yang diundur dengan mengajukan surat permohonan ke direktur pascasarjana, karena kalau lulus pun siapa yang mau bayarin. Huhu.

Gambar 5. Alun-Alun Bandung with Wiki

Jadilah pergi ke Bandung lebih awal dari jadwal tes untuk memastikan bolehnya tes ini diundur, sayang uang pendaftarannya kan dan peninjauan lokasi tes beasiswa, Gedung Keuangan. Thanks to Wiki yang mau direpotin di Bandung! Tes substansi telah terlewati dan tinggal menunggu pengumuman (Next story yes).  Pulang dulu ke Jambi karena tes di Bandung masih satu bulan lagi. Persiapan yang lebih matang untuk TPA dan Bahasa Inggris.

Satu bulan ga berasa, singkat banget rasanya. Terbang lagi ke Bandung untuk tes. Dari Bandung lanjut ke Jogja untuk tes di UNY dan balik kampung ke Klaten, mudik eui. Tes UNY berjalan dengan lancar, saking lancarnya malam sebelum tes malah jalan-jalan ke Taman Pelangi di Monjali sama Avik, Tia dan Dilla. Hihi.

Hari pengumuman LPDP semakin dekat dan entah kenapa di rumah Mbah susah sinyal. Hiks. Padahal di rumah Bibi nggak. Akhirnya beli lah kartu T*lkomsel sebelum pengumuman karena penasaran. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, nggak bergadang lagi nunggu pengumuman. Pagi dan siang dicek pun belum ada. Menjelang sore dicek lagi ternyata udah pengumuman. Sekali lagi jalan Allah memang luar biasa. LULUS! Woaaa. Bahagiaaa banget dah pokoknya. Alhamdulillah bisa sekolah lagi dengan beasiswa. Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah.


Setelah dipikir-pikir lagi. Kalau sidang nggak ditunda, mungkin ga bakal ketemu Pak Menteri, ga bakal tau apa itu LPDP, ga bakal seantusias itu untuk lanjut S2. Akhirnya alasan kenapa sidang tertunda pun terungkap. Alhamdulillah Ya Allah.  Ada hikmah dibalik semua masalah. There is a rainbow after the storm. Semangat berproses semuanya!

Comments

Popular posts from this blog

Resep Bakwan + Cuko Palembang

Bakwan + Cuko Palembang Bahan: Bakwan 1.       Tepung terigu      secukupnya 2.       Wortel                  secukupnya 3.       Kol                        secukupnya 4.       Daun seledri         secukupnya 5.       Daun bawang      secukupnya     Cuko Palembang 1.       Cabe rawit            sesuai selera 2.       Bawang putih      4 buah 3.       Gula merah     ...

Resep Brownies Oven

Brownies Oven Bahan: 1.       Blue band                         75 gram 2.       Chocolate dark                60 gram (2 batang) 3.       Telur                                 4 butir 4.       Gula pasir                         225 gram 5.       SP                        ...